Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Cara menentukan USP dan UVP

| Rabu, 12 November 2014
Baca selengkapnya »

Di dalam dunia bisnis, banyak sekali istilah-istilah yang perlu diketahui seperti istilah UVP (Unique Value Proporsition) dan USP (Unique Selling Proporsition).

Pengertian UVP dan USP?

UVP adalah nilai atau value dari keunikan yang dimiliki oleh suatu product/service sehingga membuat konsumen mengkonsumsinya tanpa berfikir panjang. Sedangkan USP adalah faktor yang dimiliki product/service yang menjadikannya unik dan memiliki keunggulan dibandingkan kompetitornya.  Sebagai pembisnis, anda harus menentukan UVP dan USP untuk memudahkan proses pemasaran pada bisnis anda. Bagaimana cara agar product/service anda mudah dipasarkan? Caranya adalah dengan menentukan USP dan UVPnya.


Cara menentukan USP

  1. Posisikan dirimu sebagai konsumen, selalu gunakan kacamata konsumen dalam menilai product/service yang kamu miliki. Hal ini dimaksudkan untuk mengikuti perkembangan dan perubahan dari perilaku mereka.
  2. Ketahui pola pikir dan kemampuan dalam "membeli" mereka. Gunakan berbagai macam cara untuk menganalisis perilaku konsumen, seperti interview, focus group discussion, questionnaire dan survey.
  3. Ketahuilah alasan mengapa konsumen menggunakan produk/service kamu. Kamu mempunyai kesempatan untuk meminta pendapat mengenai produk dan layanan anda untuk meningkatkan performa bisnis.
Setelah menentukan USP, pastikan produk/layanan anda juga memiliki UVP. Tentukanlah keunggulan apa yang bisnis kamu miliki untuk di jadikan UVP yang membuat customer akan menggunakan product/jasamu tanpa pikir panjang. Pada akhirnya kombinasi USP dan UVP akan menjadikan product/servicemu mudah dipasarkan & mendatangkan konsumen yang loyal. mereka akan mengkonsumsi produk dan layanan anda sebab mereka merasa bahwa mereka meneruma value yang lebih besar di bandingkan dengan apa yang mereka keluarkan.

Cara menentukan USP dan UVP

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 12 November 2014
With 0komentar

System Wide Concept di SAP

| Jumat, 31 Oktober 2014
Baca selengkapnya »

Organizational Element

Organizational element merupakan unit-unit yang berada di dalam ruang lingkup perusahaan. terdiri dari :

  1. client = element tertinggi dlm suatu organisasi , line businessnya sama itu 1 client
  2. company code = dibedakan berdasarkan faktor legal dan berdasarkan segmentnya masing"(misal bo1 dari indonesia dan bo2 dari indo juga, maka bo1 dan bo2 bisa dijadikan 1 company code) untuk laporan keuangan.
  3.  plant = untuk industri, dijadikan tmpat mnghasilkan product, mengolah, membeli dan gudang(bo1 dan bo2 dipisahkan untuk plantnya)
  4. storage location = merupakan tempat penyimpanannya, berada di bwh plant
  5. sales organisation = merupakan cabang-cabang penjualannya yang tersebar di beberapa daerah-daerah yang digunakan untuk mengukur kinerja penjualan, di bwhnya ada sales group merupakan bagian"nya.(wholesales, internet)
  6. distribution channel = jalur-jalur/mekanisme distribusinya, seperti lewat internet atau grosir
  7. organisation unit =  merupakan divisi dalam sebuah perusahaan seperdi marketing, finance, dll.
  8. position = merupakan posisi yang di duduki seseorang seperti manager, staff dll



Master Data
  1. Material master data =  Tempat menyimpan data khusus untuk data yang berhubungan dengan material-material dari suatu perusahaan
  2. Customer master data = Tempat menyimpan data khusus untuk data yang berhubungan dengan customer dari suatu perusahaan.
  3. Vendor master data = Tempat menyimpan data khusus untuk data yang berhubungan dengan vendor dari suatu perusahaan

Transactions

Transaksi merupakan program aplikasi proses bisnis di dalam sistem SAP . Tujuanya adalah untuk melihat proses segala transaksi yg ada dalam suatu perusahaan. Setiap transaksi tersebut menghasilkan dokumen.
Contoh dari transaction : create sales order, change customer master, create purchase order dan sebagainya.



System Wide Concept di SAP

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 31 Oktober 2014
With 0komentar
Tag : ,

Metodology ASAP

|
Baca selengkapnya »


Accelerated SAP (ASAP) Methodology adalah pendekatan yang direkomendasikan SAP untuk mengimplementasikan software ERP di perusahaan. Pengalaman SAP dalam membuat dan mengimplementasikan software ERP di berbagai jenis perusahaan menghasilkan sebuah best practice yang telah teruji keberhasilannya berdasarkan pengalaman yang mereka miliki. ASAP Methodology membantu agar implementasi SAP memberikan hasil yang efektif, efisien dan optimal terutama dalam hal waktu, biaya, kualitas, kesesuaian dengan kebutuhan serta pemanfaatan sumber daya yang ada.

Implementasi SAP merupakan proyek yang cukup besar dan memiliki resiko yang tinggi. Keberhasilan dan kesesuaian implementasi SAP dengan kebutuhan bisnis merupakan hal yang harus dipenuhi. Apalagi implementasi dan operasional SAP memerlukan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, proses-proses yang dilakukan dari hulu ke hilir harus berjalan secara maksimal.

ASAP Methodology memiliki 5 fase, yaitu:

  1. Project Preparation
  2. Business Blueprint
  3. Realization
  4. Final Preparation
  5. Go-Live and Support


Penjelasan lebih mendalam dari fase-fase tersebut akan dijelaskan di bawah ini.



Project Preparation

Dalam fase ini, perusahaan dan bagian terkait membuat perencanaan awal dan persiapan implementasi SAP. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

Goal Setting.
Menentukan goal dan objectives (tujuan) dari proyek implementasi SAP. Perlu diingat bahwa ekspektasi perusahaan juga perlu dicatat karena perusahaan pasti memiliki ekspektasi besar yang harus diwujudkan ketika melakukan sebuah proyek besar.

Implementation Strategy
Menentukan dan memperjelas scope implementasi SAP serta membangun organisasi proyek atau komite yang dibutuhkan sekaligus pengalokasian sumber daya di dalamnya.

Implementation Sequence
Menentukan urutan langkah yang akan dilakukan.

Team
Membentuk tim proyek, konsultan atau tim lain yang dibutuhkan.

Sign Off
Mendokumentasikan tahap Project Preparation dan memastikan tahap-tahap diatas harus disetujui oleh perusahaan dan tim proyek sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.


Business Blueprint

Fase ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pandangan tentang bagaimana perusahaan akan mengimplementasikan SAP untuk mendukung proses bisnis. Dalam fase ini, tim proyek akan melakukan identifikasi untuk mengetahui proses bisnis yang dilakukan perusahaan. Hasil dari proses ini adalah dokumentasi mengenai proses bisnis yang dilakukan perusahaan beserta improvement yang akan dilakukan dengan implementasi SAP. Tahapan ini sangat penting karena sangat menentukan keberhasilan implementasi SAP. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

Scope Document
Tim proyek mengidentifikasi keseluruhan proses bisnis yang ada dengan kuesioner atau metode lainnya sebagai media komunikasi dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

As Is
Tim proyek mengerti dan memahami proses bisnis yang dilakukan perusahaan (current state).

To Be
Memetakan proses bisnis ke dalam sistem SAP serta menentukan kondisi yang diharapkan (future state) setelah implementasi SAP berdasarkan kondisi As Is dan tujuan yang ditentukan di awal.

Gap Analysis
Mencari perbedaan atau jarak antara kondisi perusahaan saat ini (As Is) dengan kondisi perusahaan yang diharapkan setelah implementasi SAP (To Be). Jarak atau perbedaan yang disebut gap ini kemudian dianalisa untuk mendapatkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kondisi To Be.

Sign Off
Mendokumentasikan tahap Business Blueprint dan memastikan tahap-tahap diatas harus disetujui oleh perusahaan dan tim proyek sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.


Realization

Fase ini bertujuan untuk mengimplementasikan SAP berdasarkan kebutuhan dan proses bisnis yang terdapat di Business Blueprint. Fase ini memiliki dua tahap yang perlu dilakukan, yaitu:

Baseline Configuration (major scope)
Tim konsultan mengkonfigurasi sistem dasar atau baseline system.

Final Configuration (remaining scope)
Tim proyek melakukan penyesuaian dan penyempurnaan (fine-tune) untuk memastikan pemenuhan kebutuhan bisnis perusahaan sesuai perencanaan yang telah dilakukan.
Biasanya, para functional dan ABAP developer bekerja pada fase ini.


Final Preparation

Fase ini dilakukan sebagai persiapan akhir sebelum sistem SAP siap digunakan (Go Live). Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Unit Testing
  2. Integration Testing
  3. User Acceptance Testing
  4. Uji coba lain yang perlu dilakukan sesuai kebutuhan perusahaan.
  5. Jika terdapat sistem lama yang digunakan, maka migrasi data dari sistem lama ke sistem SAP dilakukan pada tahap ini. Pengguna juga harus diberi pelatihan untuk menggunakan sistem SAP ini.



Go Live and Support

Fase ini ditandai dengan dimulainya penggunaan SAP di perusahaan. Sistem perlu dimonitor untuk mengetahui dan mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi sehingga bantuan (support) dapat dilakukan dengan segera. Selain itu, kegiatan optimalisasi sistem perlu dilakukan agar sistem menjadi semakin handal.

Metodology ASAP

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Tag : ,
← Prev
▲Top▲

Welcome In Creating Website

Contoh Sliding Login Dengan JQuery

Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya Silahkan : Pencet Sini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!